Tiap-tiap

Tiap titian pengalaman
Antara raga, tak jarang kita ciptakan
Gesekan, tubrukan, bahkan cacian
Hingga lahirnya isak tangisan

Tiap dentuman jam tangan
Melewati waktu menjadi sebuah perjuangan
Dingin tanpa dekapan nyaman
Sepi tanpa bertukar percakapan

Namun, tiap rintisan hujan,
Kutemukan kita dalam angan,
Perjalanan ini, kita sepakat bagi sepadan
Baik buruknya makanan, sama-sama kita telan

Jangan lagi, tiap luka akibat serpihan perbedaan
Lekas kita tutupi perban
Dibiarkan sembuh sendiri, pelan-pelan
Tanpa dicegah dan dipikir sampai ke depan

Pujaan, bisakah kuajak kita belajar berbarengan?
Meredam ego dalam dada, memaafkan kesilapan
Meski luka kita masih menganga, remukkan perasaan
Masih ada berjuta-juta harapan yang belum kita wujudkan

Surabaya, 19 September 2019

Iklan

Apakah kamu bahagia?

Pagi ini, seorang kawan lama mengontak
Apakah kamu bahagia?
Sekonyong pertanyaan itu menyeruak
Aku tersedak, tersentak, meski tanya itu terdengar biasa

Kucoba mencari dalam hati, ada gejolak
Apakah ada bahagia?
Bila dijawab iya, rasanya terdengar terlalu congkak
Bila dijawab tidak, terdengar kurang bersyukurkah?

Lantas, jawaban apa yang masih jujur dan layak?
Rasanya lebih sederhana menjawab tanpa kata,
Membiarkan jawaban dari rona yang tampak
Tapi kuyakin dia bingung, tak akan dia temukan ekspresi apa-apa

……

Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends

……

As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends

……


Di tengah lantunan, kutemukan jawabannya,

Raut ini hanya lelah,

Tubuh ini ingin rebah,

Mengurai gerah, gundah, keluh dan kesah

……

Terima kasih telah bertanya

Teringat tentangmu.

Teringat tentangmu, tentang wajahku
Dalam dekapan hangat, kita melaju
Kau berkata : kamu cinta pertamaku..

Dan aku tersenyum puas; aku tidak akan melupakan itu

Teringat tentang hujan, tentang kita
Dalam air menerpa, kita bersama
Kau memegang dadamu dengan tanganku : sayang, hanya kamu disini yang ada
Dan aku tersenyum simpul; aku tidak akan lupa, bagaimana caramu mengungkapkannya

Teringat tentang terang, tentang mendung
Dalam keduanya, kita saling bersandar dan bergantung
Kau memberiku semangat : kamu bisa, aku akan selalu mendukung
Dan aku terperanjat; aku tahu karena ada kamu, aku beruntung

Teringat tentang cobaan, tentang jurang ini
Dalam usaha melewati, kita saling mengobati
Kau memberikan sebuah kecupan kening : i love you
Dan aku merangkum dalam diam, aku juga cinta kamu, sampai mati

Lanjutkan membaca Teringat tentangmu.